PERAN PERAN DALAM TEATER
Unsur seni peran menjadi hal yang sangat penting untuk diketahui ketika seseorang terjun dalam dunia seni peran ataupun seni teater dan drama. Unsur seni peran ini merupakan salah satu unsur poin yang ada pada unsur-unsur pementasan drama. Seni peran send

By Anita Sulemah, S.Pd. 15 Apr 2019, 07:30:04 WIB Seni Budaya

Unsur Seni Peran Dalam Seni Teater

Unsur seni peran menjadi hal yang sangat penting untuk diketahui ketika seseorang terjun dalam dunia seni peran ataupun seni teater dan drama. Unsur seni peran ini merupakan salah satu unsur poin yang ada pada unsur-unsur pementasan drama. Seni peran sendiri merupakan cabang dari ilmu seni yang secara khusus mempelajari teknik menciptakan dan memainkan peran atau dengan kata lain ber-acting sebagai seorang tokoh tertentu.

ads

Nah, para pelaku seni peran ini biasa di sebut sebagai aktor. Seni peran sendiri masuk kedalam salah satu sub sektor industri kreatif yaitu Film, Video dan Fotografi. Seni peran dapat dikategorikan sebagai sebuah seni pertunjukan. Dimana fungsi seni pertunjukan terikat dengan budaya, sosial masyarakat, pendidikan bahkan hingga ekonomi.

Dalam ber-acting banyak yang harus kita semua perhatikan. Seperti pemahaman tentang kedudukan Lakon dalam cerita yang dibawakan, tubuh, suara, penghayatan, musikal dan hal-hal lainnya yang tergabung dalam unsur seni peran. Ketika kita mengerti setiap poin dalam unsur tersebut, penampilan dan performan kita dalam berakting juga akan maksimal. Karena pada dasarnya modal dasar seorang aktor tidak hanya sebatas penguasaan tubuh, ekspresi dan kemampuan berpkirnya secara individu.

Melainkan integrasi semua unsur-unsurnya. Penting pula bagi seorang aktor untuk mempelajari kebudayaan, terutama kebudayaan di sekitarnya? Mengapa? Karena sebuat pementasan drama atau teater atau bahkan film tidak akan lepas dari unsur-unsur kebudayaan. Baik kebudayaan lokal maupun internasional. Sedikit demi sedikit. Pengaruh perfilman pada seni budaya lokal juga turut mengubah tatanan kehidupan sosial masyarakat. Kalian bisa mulai dari kebudayaan yang terkenal atau kebudayaan disekitar kalian, ataupun kebudayaan negera indonesia yang telah mendunia.

Dengan begitu, sedikit demi sedikit kalian akan mengerti dan paham mengenai kebudayaan yang seringkali dikaitkan dengan dunia seni peran. Seperti kebudayaan Batak, kebudayaan Minangkabau, kebudayaan Nusa Tenggara Timur . Untuk memahami dunia peran, atau bidang peran, kita tidak hanya cukup mempelajari satu bidang seni. Harus banyak juga pemahaman kita pada cabang seni lain seperti tari, tarik suara, dll. Dengan begitu, kita benar-benar dapat merasaan manfaat dari belajar seni.

Unsur Seni Peran

  1. Lakon

Lakon merupakkan istilah lain untuk kata ‘melakukan’ ya. Lakon ini merupakan kata kerja. Dimana seseorang melakukan atau melakoni cerita yang dilakukan oleh sorang tokoh. Dalam seni peran dan hubungannya dalam sebuah cerita, lakon memiliki kedudukan sebagai nyawa, nafas atau ruh dalam menjalin hubungan cerita melalui tokoh atau peran yang dibawakan seorang pemeran.

Seorang yang melakoni sebuah karakter harus memiliki gudang improvisasi. Improvisasi dalam teater merupakan ciptaan spontan yang dilakukan seorang aktor ketika bermain peran. Tidak hanya dalam seni teater saja bagi seorang aktor melakukan improvisasi, tetapi juga dalam seni lain seperti drama dll. Masih ingat kah kalian perbedaan antara seni teater dan drama yang telah dibahas sebelumnya?

  1. Penokohan dan Perwatakan

Penokohan dalam seni peran dibagi menjadi beberapa kedudukan dan tokoh atau peran. Diantaranya, protagonis, antagonis, deutragonis, foil, tetragnis, confident, raisonneur dan Utillity. Beberapa diantara kalian mungkin mengenal beberapa istilah di atas, tapi apa sih artinya?

  • Protagonis adalah tokoh utama dalam sebuah cerita. Kadang, pemeran utama disbut juga sebagai Tokoh putih. Kedudukan tokoh utama ini paling penting di dalam sebuah cerita karena dia memainkan cerita dari awal hingga mempunyai peristiwa dan mengalamai konflik, menyelesaikannya hingga menemukan sebuah ending atau akhir dari cerita.
  • Antagonis merupakan lawan dari tokoh utama. Tokoh antagonis ini tidak kalah pentingnya dengan Protagonis tadi. Karena bagaimanapun Antogonis memiliki peran besar dalam konflik sebuah cerita dan membuat cerita lebih menarik. Berkebalikan dengan protagonis juga, antagonis ini kadang disebut sebagai tokoh hitam. Kekuatan antara antagonis dan protagonis ini sama sehingga konflik dalam cerita terus mengalir.
  • Deutragonis adalah tokoh yang berpihak kepada tokoh utama. Dalam perannya, aktor yang memerankan peran ini membantu tokoh utama dalam menyelesaikan konflik atau sebagai pemberi saran. Tetapi tetap kedudukannya ada di bawah tokoh utama.
  • Foil adalah tokoh yang berpihak kepada Antagonis. Sama halnya seperti Deutragonis, Foil juga turut membantu Lawan dari tokoh utama untuk melancarkan tujuannya. Saran yang diberikan Foil ini cenderung lebih memperburuk karakter antagonis, sehingga konflik juga dapat berkembang dari hubungan keduanya.
  • Tetragonis adalah tokoh yang netral atau tidak memihak pada pihak manapun. Perannya selalu memberikan saran dan masukan positiv pada tokoh utama dan lawannya tanpa memihak pihak manapun sehngga konflik dapat terurai.
  • Confident merupakan tokoh yang menjadi tempat pengutaraan maksud dari si tokoh utama.
  • Rasionneur merupakan tokoh yang menjadi corong bicara pengarang kepada penonton.
  • Utilitty merupakan tokoh pembantu. Baik dipihak putih ataupun hitam. Tokoh pembantu ini memiliki kedudukan yang tidak begitu kuat dalam sebuah cerita tetapi berfungsi sebagai pelengkap atau penghibur. Ketidakadaan tokoh ini dalam cerita tidak akan mengganggu jalan cerita.

Dalam unsur penokohan dan perwatakan ini, selain kedudukan tokoh yang paling penting juga adalah status sosial yang diberikan pada si tokoh karena hal inilah yang turut membangun sebuah cerita. Tokoh sosial yang dimaksud adalah : orang kaya, orang miskin, rakyat jelata atau bangsawan, dokter, gelandangan, presiden, polisi, dll. Dengan status sosial tersebut dapat dijelaskan pula tentang kedudukan atau jabatan yang diemban seorang actor.

Sehingga seorang actor akan ber-acting sesuai dengan kedudukannya ini. Antagonis yang kaya raya tentu akan berbeda dengan antagonis yang miskin. Untuk kalian semu ayang ingin terjun ke dunia perfilman penting sekali mengetahui unsur penokohan dan perwatakan ini. Tips terjun ke dunia filmdapat kalian mulai dari mempelajari unsur penokohan dan perwatakan ini.

Selain status sosial, yang tidak kalah lebih penting adalah deskripsi fisik yang dimiliki si tokoh, apakah fisiknya sempurna, tinggi, tampan, putih atau penyandang disabilitas. Serta tingkat intelektual si tokoh. Apakah pintar dan sarjana, atau pintar meski tidak pernah mengeyam pendidikan formal, dll.

  1. Unsur Tubuh

Unsur tubuh ini berkaitan dengan olah tubuh yang harus dilakukan oleh seorang actor secara teratur dan disiplin. Tubuh merupakan unsur penting dalam seni peran. Karena bukan hanya tubuh yang harus ber-acting, tapi seluruh anggota tubuh juga harus ikut berperan. Sehingga olah tubuh dan pelatihan berguna agar seorang actor dapat memiliki stamina yang kuat, kelenturan tubuh dan daya refleks.

  1. Unsur Suara

Sama halnya seperti unsur tubuh yang telah dijelaskan di atas, soerang actor yang membawakan peran seorang tokoh dalam cerita harus memiliki suara yang prima. Suara yang bagus bukanlah hal yang menjadi patokan, melainkan suara yang mampu diolah kedalam berbagai intonasi sehingga peran yang dibawakan benar-benar hidup. Karena tokoh berbicara dengan emosi dan perasaan, maka seorang aktor juga harus mampu menyalurkan isi perasaannya ke dalam suara yang ia keluarkan.

  1. Unsur Penghayatan

Penghayatan atau mimik wajah sudah tidak asing lagi tentunya. Penjiwaan haruslah dilakukan secara total oleh soerang aktor. Unsur penghayatan dalam seni peran memperoleh perhatian khusus, sebab setiap pemeran dalam mebawakan pemeranannya akan terasa berbeda. Sekalipun berasal penokohan yang sama dari naskah yang sama. Hal tersebut sangat tergantung pada upaya actor dalam menjiwai perannya.

Untuk beracting dengan penghayatan yang makasimal, seseorang harus berlatih secara terus menerus, membaca naskah dan melakukan observasi di kehidupan nyata sehingga benar-benar dapat menjiwai perannya. Unsur penghayatan ini bisa dibilang menjadi sarana komunikasi antara perasaan dari karakter yang dibawakan oleh aktor kepada para penonton. Disinilah para aktor harus mengetahui seni komunikasi yang efektif agar penjiwaan dan penghayatan mereka sampai pada penonton.

  1. Unsur Ruang

Berbicara mengenai ruang, biasanya kita akan berpikir tentang tempat atau area atau wilayah yang digunakan aktor untuk bermain peran dan melakukan bermacam-macam gerak serta perpindahan (movement). Unsur ruang yang dimaksudkan disini adalah ruang yang dicipatakan pemeran dalam mengolah posisi tubuh dengan jarak retangan tangan dengan anggota badannya. Unsur ruang yang diciptakan atau dibangun oleh para aktor biasanya turut membawakan gerak tari. Fungsi seni tari tersebut untuk mengekpresikan karakter melalui gerak tubuh sehingga tidak repetitif dan membosankan.

  1. Unsur Kostum

Kostum merupakan segala perlengkapan yang dikenakan, menempel, melekat, mendandani untuk memperindah tubuh pemeran dan memvisualisasikan karakter dari tokoh yang dibawakannya. Busana, aksesoris merupakan hal-hal yang digunakan untuk memperkuat watak tokoh.

  1. Unsur Property

Property merupakan semua peralatan yang digunakan pemeran, baik yang dikenakan ataupun yang tidak. Properti ini juga berfungsi sebagai penguat watak karakter tokoh dan selain itu berfungsi sebagai alat untuk membantu pemeran memerankan sebuah kejadian. Misalkan, seorang tokoh digambarkan sedang mencangkul sawah, maka property yang dibutuhkan adalah cangkul untuk memperkuat hal yang dilakukan si pemeran.

  1. Unsur Musikal

Musik merupakan hal pendukung dalam sebuah cerita. Jalan cerita akan jauh lebih hidup dengan musik. Biasanya dalam pementasan drama terdapat konsep seni musik yang telah disesuaikan dengan jalan cerita. Jalan cerita tersebut kemudian harus dibawakan oleh seorang aktor. Unsur musikal ini disebut juga sebagat unsur pembangun, pengisi, penguat suasana laku pemeranan di atas pentas.

Dengan kata lain fungsi musik dalam sebuah pementasan drama adalah untuk menguatkan peran para aktor juga agar cerita yang dibawakan semakin hidup. Untuk menciptakan unsur musikal ini, biasanya terdapat tim khusus untuk menangani masalah musik. Mulai dari konsep musiknya seperti apa, proses penggarapannya bagaimana, editing sampai dengan musik dapat disajikan dan menjadi latar belakang dari pertunjukan. Unsur musikal ini tidak lepas dari alat musik tentunya. Berbaga jenis alat musik digunakan. Mulai dari alat musik modern hingga jenis alat musik tradisional.

Berdasarkan penjelasan di atas, kamu sudah mengetahui dan memahami apa aja unsur-unsur yang ada dalam seni peran. Hal ini bisa kamu gunakan untuk meningkatkan kualitas acting kamu, jika kamu tengah terjun di dunia seni peran. Ataupun sebagai bahan pembelajaran lainnya.

 




Kepala Sekolah

Kepala Sekolah
H.M. Rasid, M.Pd
Baca Sambutan

Link Terkait