• Elis Vita Aries Santhi, S.Si.
  • Sains
  • 2022-03-20 21:47:21
Manfaat Bau Rumput. Adakah ?

Sobat Nasa mungkin pernah melewati halaman rumput yang baru saja dipotong. Ada bau khas yang sangat alami yang langsung terendus.

Bau rumput yang baru dipotong ternyata bisa memberikan efek  baik untuk kesehatan otak, guys! Secara kimiawi, bau khas rumput yang baru dipotong itu dihasilkan dari zat volatil yang tersusun dari molekul karbon.

Zat volatil merupakan senyawa yang mudah menguap bila terkena sedikit pemanasan. Karena mudah menguap jadi bisa juga dibilang senyawa yang mudah terbang. Zat volatil biasanya memiliki aroma dan memiliki struktur senyawa yang memiliki khasiat dalam pengobatan.

Zat volatil yang dihasilkan oleh tanaman rumput sebagai hasil metabolisme. Tanaman hijau berdaun akan melepaskan sejumlah senyawa organik yang mudah menguap yang disebut green leaf volatiles (GLV) ketika jaringan tanaman terbuka, seperti dimakan hewan atau dipotong, maka zat volatil tersebut akan menguap dan bercampur dengan udara, sehingga menghasilkan bau khas rumput yang baru dipotong.

 

Pengaruh Zat Volatil Tanaman pada Otak

Zat volatil yang dihasilkan rumput ini berpengaruh pada otak kita. Ketika senyawa tersebut bercampur dengan udara yang mengandung oksigen, hidrokarbon dan lain sebagainya, maka akan menimbulkan bau rumput seperti yang selama ini kita ketahui. Dan otak akan merespon aroma segar rumput ini sebagai relaksasi, sehingga tubuh mampu melepaskan stres.

Dalam sebuah penelitian tahun 2010 yang diterbitkan dalam jurnal Science menemukan, bahkan bau daun tembakau yang bercampur dengan air liur ulat mampu mengeluarkan zat kimia GLV mampu menarik perhatian serangga.

Di dunia ini, keanekaragaman tanaman yang memiliki kandungan zat volatil beraroma (aromatik) diperkirakan sebanyak 160—200 jenis tanaman. JAdi tidak hanya rumput saja, beberapa jenis bunga juga bisa menghasilkan minyak esensial yang diekstrak dari senyawa volatilnya yang beraroma dan bikin rileks, diantaranya bunga sedap malam, melati, mawar, kamboja, dan kenanga.

Ok sampai sini dulu penjelasannya. Jadi, jangan heran jika sobat Nasa merasa senang menghirup aroma rumput yang baru dipotong, karena ternyata otak memang merespon bau rumput ini sebagai aroma terapi. Semoga kalian suka dengan artikel ini dan semakin semangat untuk membudayakan membaca =)

Add comment

Jl.Lingkar Utara Bekasi Kel. Perwira Kec. Bekasi Utara (sebelah BSI Kaliabang) Raya Bekasi KM.27 Pondok Ungu

Email : admin@smktarunabangsa.sch.id

Pengumuman

Kategori Berita

© 2022 Yayasan Pendidikan Nasional Taruna Bangsa. All Rights Reserved.