• Yeva Purnama, S.Pd.
  • Bahasa
  • 2021-10-05 15:04:41
Prinsip Penentuan Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia

kata adalah perangkat kata yang sedikit banyak berperilaku sintaksis sama sedangkan sub kelas kata adalah bagian dari perangkat kata yang berperilaku sintaksis sama. Kategorisasi gramatikal tidak pernah bersifat hitam putih. Sering dijumpai kasus yang memperlihatkan bahwa batas antara kelas yang satu dengan kelas yang lain tidak sejelas yang diharapkan.

 

Dalam pemerian mengenai konsep yang amat penting ialah konsep perilaku sintaksis. Perilaku sintaksis ini mencakup:

  1. posisi satuan gramatikal yang mungkin atau nyata dalam satuan yang lebih besar
  2. kemungkinan satuan gramatikal didampingi atau tidak didampingi oleh satuan lain dalam konstruksi (dependensi).
  3. kemungkinan satuan gramatikal disubstitusikan dengan satuan lain
  4. fungsi sintaksis , seperti subjek, predikat, dan sebagainya
  5. paradigma sintaksis, seperti aktif-pasif, deklaratif-imperatif, dan sebagainya
  6. paradigma morfologis

 

Dari keenam jenis perilaku sintaksis tersebut yang diutamakan ialah 1-3, sedangkan jenis 4-5 digunakan seperlunya. Fungsi sintaksis diperhatikan seperlunya saja karena yang harus dipertimbangkan ialah perilaku kata dalam satuan yang lebih besar tepat diatasnya, frase. Khususnya dalam sub klasifikasi verba, fungsi sintaksis mengaburkan batas antara frase verbal dan klausa verbal. Jadi konstruksi seperti membaca buku adalah frase verbal (V + N) yang sekaligus klausa verbal (predikat + objek/V +objek). Yang tetap menjadi pegangan ialah bahwa fungsi tidak boleh dikacaukan dengan kelas. Konsep-konsep yang tidak dapat diabaikan itu membuktikan bahwa, pertama, satuan gramatikal adalah pengungkap satuan semantis melalui leksem, dan kedua, batas antara gramatikal dan semantik tidak setegas yang disangka orang. Kalau dalam monografi ini aspek semantis diungkapkan maka hal itu dilakukan setelah perilaku sintaksis membuktikan adanya kelass atau subkelas yang bersangkutan. Tujuan mengemukakan beberapa subkelas dengan menonjolkan beberapa aspek semantisnya merupakan bagian dari usha mencari klasifikasi yang lebih tajam tanpa mengorbankan perbedaan ciri-ciri utama yang telah diungkapkan secara eksplisit lebih dahulu.

Dalam pembahasan tentang kelas kata tidak boleh dilupakan segi dinamis kelas kata, yaitu perpindahan kelas.segi ini dibahas dalam pembicaraan tiap kelas. Perpindahan dari satu kelas ke kelas lain dimungkinkan oleh adanya pelbagai proses morfologis. Semata-mata demi kecermatan istilah, kami berusaha memanfaatkan peristilahan latin untuk menunjukan kelas-kelas kata dalam bahasa indonesia. Jadi dengan memakai istilah nomina mudahlah orang menyebut frase nominal, klausa nominal, kalimat nominal, dan sebagainya. Penghindaran istilah seperti kata benda, kata kerja, dan sebagainya.

Sedikit keterangan tentang urutan kelas kata dalam monografi ini terutama tentang alasan mengapa verba di beri tempat pertama. Dalam proses kejadian kata bahasa indonesia beberapa bentuk tidak dapat dijelaskan bila kita menempatkan verba sebagai dasar.

 

Sumber: Catatan Tugas Yeva

Add comment

Jl.Lingkar Utara Bekasi Kel. Perwira Kec. Bekasi Utara (sebelah BSI Kaliabang) Raya Bekasi KM.27 Pondok Ungu

Email : admin@smktarunabangsa.sch.id

Pengumuman

Kategori Berita

© 2022 Yayasan Pendidikan Nasional Taruna Bangsa. All Rights Reserved.